Yudy Hariyanto*),
Suharti**)
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui kelayakan
usaha agribisnis Kelompok Tani Sumber Rejeki I, dan Sumber Makmur, Desa
Sanggrahan, Kecamatam Kranggan, Kabupaten Temanggung, (2) Mengetahui Penerapan Sub-Sistem
agribisnis Kelompok Tani Sumber Rejeki I, dan Sumber Makmur, Desa Sanggrahan,
Kecamatam Kranggan, Kabupaten Temanggung, (3) Membandingkan kelayakan usaha dan
Penerapan Sub-Sistem agribisnis di Kelompok Tani Sumber Rejeki I, dan Sumber
Makmur
Materi penelitian adalah kelayakan usaha dan penerapan
sub-sistem agribisnis, pengumpulan
data dengan bantuan kuesioner, sedang metode dasar yang digunakan dalam kajian ini adalah metode
deskripsi. Metode pengambilan sample/penentuan responden yang akan digunakan
menggunakan purposive sampling yang dilanjutkan dengan simple random sampling untuk menentukan masing-masing 30 orang responden. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi
dan pencatatan, sedangkan analisis data untuk mengetahui penerapan agribisnis dilakukan pengamatan dan pencatatan
kegiatan yang dilakukan meliputi subsitem
pengadaan sarana produksi (agroinput),
subsistem produksi (agro product), subsistem
pengolahan dan industri hasil (agroindustry),
Subsistem pemasaran hasil (agromarketing) dan subsistem
kelembagaan penunjang kegiatan (agro
supporting). Sedangkan untuk
mengetahui kelayakan usaha agribisnis secara ekonomi dilakukan analisis
usahatani meliputi Analisis Keuntungan Bersih Usahatani (NP atau Net Profit), Titik impas pulang modal
(BEP atau break event point), Nilai
efisiensi penggunaan modal (ROI atau return
on investment) dan Nilai kelayakan usahatani (B/C ratio atau benefit/cost ratio)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil analisis usaha tani
secara finansial rata-rata Rp.1.742.441,67 untuk Kelompok Tani Sumber Rejeki I dan
rata-rata di Kelompok Tani Sumber Makmur sebesar Rp.840.933,33, dengan BEP untuk Kelompok Tani Sumber Rejeki I sebesar
Rp.5.989.250,00 dan
untuk Kelompok Tani Sumber Makmur sebesar Rp.6.287.188,89. ROI untuk Kelompok Tani Sumber Rejeki I sebesar
8,69% dan untuk Kelompok Tani Sumber Makmur sebesar
6,34%, B/C ratio Kelompok Tani Sumber Rejeki I 1,09 dan dan Kelompok Tani Sumber Makmur 1, Secara umum anggota kelompok tani
baik di Kelompok Tani Sumber Rejeki I maupun
Kelompok Tani Sumber Makmur dalam mengelola usaha
ternak sapi potong belum menunjukkan adanya penerapan manajemen agribisnis
secara baik dan benar, walau secara individual khususnya anggota Kelompok
Tani Sumber Rejeki I sebagian menerapkan manajemen
agribisnis (terutama yang ternaknya ada di kandang kelompok).
*)**) Staf
Pengajar STPP Magelang
DAFTAR PUSTAKA
Gulo, W. 2004.
Metodologi Pertanian. Gramedia. Jakarta.
Hasan, Iqbal. 2002. Pokok-Pokok Materi Statistik (Statistik
Deskriptif). Bumi Aksara. Jakarta.
Milles dan Huberman. 1992. Analisa Data Kualitatif.
UI Press. Jakarta.
Purwanto, Joko. 2005. Faktor-Faktor Sosial Ekonomi yang
Mempengaruhi Persepsi Petani Tembakau Terhadap Kredut Bank Rakyat Indonesia
(BRI) di Kecamatan Selo Kabupaten Solotigo. Skripsi Fakultas Pertanian
Universitas Sebelas Maret. Surakarta. Unpublised.
Singarimbun,
M dan Effendi S. 1989. Metode Penelitian Survey. LP3ES Jakarta.
Soekartawi. 1993. Analisis Usaha
Tani. Universitas Indonesia Press Jakarta.